Tondi : Nilai-Nilai Pancasila Harus Dipahami dan Diimplementasikan dalam Kehidupan Sehari-hari

WARTAPOST.CO.ID, Metro — Anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Lampung, Tondi Muammar Gaddafi Nasution, menegaskan pentingnya pemahaman serta implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi memperkuat persatuan dan wawasan kebangsaan di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan saat kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang digelar di Kelurahan Mulyosari, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Minggu (31/05/2026). Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat setempat, tokoh masyarakat, serta peserta dari berbagai unsur warga.

Dalam sambutannya, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung itu mengatakan, kegiatan sosialisasi ideologi Pancasila tidak hanya menjadi agenda penyampaian materi, tetapi juga momentum mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat melalui ruang dialog dan silaturahmi.

“Melalui kegiatan ini, silaturahmi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat semakin erat. Banyak hikmah dari pertemuan hari ini, salah satunya nikmat sehat dan kesempatan untuk saling berbagi pemahaman. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa manfaat bagi kita semua,” ujar Tondi.

Menurutnya, penguatan nilai-nilai kebangsaan perlu terus dilakukan mengingat tantangan sosial yang semakin kompleks di era perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Karena itu, masyarakat perlu terus diingatkan terhadap pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong sebagai bagian dari implementasi Pancasila.

Tondi juga mengajak peserta untuk kembali mengingat nilai-nilai dasar kebangsaan yang telah diperkenalkan sejak masa sekolah, mulai dari pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP), pengucapan butir-butir Pancasila saat upacara, hingga semangat nasionalisme yang ditanamkan melalui lagu kebangsaan Indonesia Raya.

“Paling tidak, hari ini kita sudah mengamalkan salah satu nilai Pancasila, yakni mempererat silaturahmi. Ini bagian dari implementasi nilai kemanusiaan, persatuan, dan kebersamaan yang terkandung dalam lima sila Pancasila,” katanya.

Ia menambahkan, pemahaman terhadap ideologi negara tidak cukup hanya sebatas teori, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam aktivitas sosial lainnya.

Pada kesempatan itu, Tondi juga meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius, mengingat materi yang disampaikan menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang ideologi kebangsaan dan kehidupan berbangsa.

“Silakan diikuti dengan baik. Jika ada yang belum dipahami jangan sungkan bertanya. Harapannya, setelah mengikuti sosialisasi ini, peserta dapat memahami nilai-nilai Pancasila lebih mendalam dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari maupun lingkungan sekitar,” tegasnya.

Selain itu, Tondi menambah. Kegiatan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan sendiri merupakan agenda rutin yang dilaksanakan guna memperkuat pemahaman masyarakat terhadap empat konsensus kebangsaan, sekaligus menjaga semangat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat.

“Dengan penguatan ideologi Pancasila yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat mampu menghadapi berbagai tantangan sosial dengan tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan dan semangat gotong royong,” tegasnya.

Related posts